
CIAMIS, RubrikJabar.com – Setelah kurang lebih dua tahun mengalami kevakuman, para alumni haji akhirnya membentuk kembali kepengurusan PD IPHI Kabupaten Ciamis. Kebangkitan wadah keagamaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali persaudaraan mereka.
Mereka berharap organisasi ini mampu meningkatkan kontribusi nyata dalam pembinaan kehidupan beragama masyarakat. Publik sangat menantikan kehadiran perkumpulan ini di tengah dinamika sosial yang membutuhkan bimbingan tokoh agama.
Jajaran pengurus mengungkap kepastian bangkitnya PD IPHI Kabupaten Ciamis saat bersilaturahmi dengan Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya. Pertemuan tersebut berlangsung dengan sangat hangat di Ruang OP Room Sekretariat Daerah pada Senin (10/08/2026).
Langkah strategis ini menandai titik awal sinergi yang solid dengan pemerintah daerah setempat. Pertemuan ini tentunya tidak hanya sekadar menjadi ajang silaturahmi biasa antara ulama dan umara.
Panitia juga menyampaikan laporan langsung mengenai keberhasilan mereka membentuk kepengurusan baru PD IPHI Kabupaten Ciamis. Tujuannya adalah memastikan seluruh roda operasional organisasi dapat kembali berjalan secara optimal ke depannya.
Susunan Pengurus Baru
Ketua PD IPHI Kabupaten Ciamis, KH. Muhammad Syarif Hidayat, memberikan penjelasan yang cukup rinci terkait pembentukan formasi pengurus ini. Beliau menyatakan proses reaktivasi bermula dari musyawarah intensif pada tanggal 3 Agustus 2026 lalu.
Hasil musyawarah secara bulat menyepakati perlunya pengurus membangkitkan lembaga ini secepat mungkin. “Kami bertujuan melaporkan terbentuknya pengurus baru kepada kepala daerah,” ungkap KH. Muhammad Syarif Hidayat.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya 3 Agustus, pengurus sudah melakukan musyawarah strategis. Inti dari musyawarah tersebut adalah mematangkan rencana pembentukan susunan pengurus secara komprehensif.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa forum mengambil langkah cepat ini karena melihat kondisi kepengurusan pada periode sebelumnya. Selama kurun waktu kurang lebih dua tahun, jajaran pengurus sama sekali tidak menjalankan operasional PD IPHI Kabupaten Ciamis.
Oleh karena itu, pengurus menjadikan perombakan dan perbaikan struktur kelembagaan sebagai prioritas paling utama saat ini. Setelah merembukkan hal tersebut bersama, forum akhirnya berhasil menyepakati susunan pengurus periode 2026-2031 dengan total 60 orang anggota.
Peran Pemangku Kebijakan Daerah
Angka yang besar ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari para alumni haji untuk kembali mengabdi. Tokoh-tokoh kompeten yang siap menyukseskan program dakwah mengisi formasi kepengurusan baru ini.
Pada kesempatan yang sama, beliau juga merinci struktur dewan pembina yang merujuk pada Anggaran Dasar IPHI Pusat. Aturan ini mewajibkan organisasi melibatkan para pemangku kebijakan daerah tertinggi sebagai unsur pembina secara aktif.
Pejabat daerah tersebut meliputi Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta Ketua Baznas. Mereka akan membimbing jalannya organisasi agar tetap sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Rencana Pengukuhan Pengurus
Sementara itu, terkait dengan agenda peresmian, jajaran panitia telah menyusun jadwal yang sangat matang. Panitia merencanakan prosesi pengukuhan kepengurusan PD IPHI Kabupaten Ciamis berlangsung pada hari Rabu, 19 Agustus 2026.
Mereka memilih Gedung Islamic Centre Ciamis sebagai tempat penyelenggaraan acara bersejarah dan penting ini. Panitia menilai pemilihan lokasi tersebut sangat strategis, luas, dan representatif untuk mengumpulkan para tamu undangan.
Upaya Pencarian Kantor Sekretariat
Selain melaporkan struktur formasi pengurus, pihak panitia turut menyampaikan kendala teknis yang sedang organisasi hadapi. Sampai dengan saat ini, PD IPHI Kabupaten Ciamis rupanya belum memiliki kantor sekretariat yang bersifat tetap.
Kondisi krusial ini tentu saja cukup menghambat kelancaran koordinasi harian antar anggota pengurus. “Kami memohon arahan kepada Bapak Bupati terkait ketersediaan fasilitas sekretariat,” ujarnya dengan penuh harap.
Apabila mendapat izin, mereka berharap dapat menggunakan salah satu ruangan di Gedung Asrama Haji. Pengurus menilai Kompleks Islamic Centre sebagai lokasi paling ideal karena berada di pusat kegiatan keagamaan.
Peran Strategis Alumni Haji
Masyarakat perlu mengetahui bersama, para alumni ibadah ke Tanah Suci senantiasa memikul beban moral yang cukup besar. Publik selalu menganggap mereka sebagai figur teladan yang harus mencerminkan nilai-nilai keislaman pembawa kedamaian.
Oleh sebab itu, umat Islam sangat membutuhkan keberadaan wadah pembinaan keumatan yang terstruktur dengan baik. Organisasi keagamaan ini memiliki tugas aktif mengadakan kajian keilmuan secara rutin melalui berbagai program kerjanya nanti.
Selain itu, mereka juga harus selalu terlibat langsung dalam ragam kegiatan sosial kemasyarakatan daerah. Publik luas sejatinya sangat menunggu langkah proaktif semacam ini dari para tokoh agama.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya langsung memberikan respons yang amat positif saat mendengar permohonan fasilitas tersebut. Beliau sangat mendukung rencana pengurus memanfaatkan Gedung Asrama Haji sebagai pusat kendali bagi lembaga persaudaraan haji ini.
Pemerintah berharap kebijakan cepat ini dapat langsung mempermudah mobilitas kerja para pengurus baru. Respons responsif ini merupakan wujud nyata dari dukungan berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Ciamis terhadap kiprah ulama.
Bupati menaruh perhatian khusus terhadap segala upaya menghidupkan kembali roda mesin organisasi keagamaan yang sempat mati suri. Pemerintah beritikad kuat memberikan ruang agar pengurus dapat mengeksekusi program pembinaan umat secara optimal.
Bupati Herdiat sangat menekankan bahwa keberadaan sekretariat fisik amatlah krusial bagi fondasi sebuah lembaga. Ketersediaan fasilitas ini pasti akan menjadi penunjang utama bagi seluruh kelancaran aktivitas PD IPHI Kabupaten Ciamis.
Pesan Moral Bupati untuk Pengurus
Beliau meyakini hal tersebut terlebih karena figur-figur dengan semangat pembaruan yang tinggi mengisi kepengurusan saat ini. Di hadapan seluruh perwakilan jajaran yang hadir, Bupati tidak lupa menyampaikan apresiasi mendalam.
Beliau mengucapkan selamat bertugas serta menitipkan pesan moral yang harus para anggota pegang teguh. Pengurus harus selalu menjalankan amanah kepemimpinan ini dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab absolut.
“Saya mengucapkan selamat mengemban amanah baru yang mulia ini kepada seluruh jajaran pengurus,” tutur Bupati Herdiat tegas. Sekalipun belum menjalani pengukuhan secara formal, beliau mengingatkan bahwa tugas berat mengabdi sudah menanti di depan mata.
Beliau amat menyadari bahwa mengelola dinamika sosial alumni haji di daerah bukanlah pekerjaan yang ringan. Oleh karena itu, beliau meminta struktur pengurus baru ini untuk beradaptasi dengan super cepat.
Transisi Suksesi Kepemimpinan
Masyarakat menuntut mereka untuk mampu menjalankan mandat ini dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan seluruh umat. Harapan tertingginya adalah lembaga ini mampu memancarkan manfaat konkret bagi kehidupan masyarakat luas.
“Saya berharap semuanya dapat melaksanakan tugas pengabdian ini dengan hati ikhlas tanpa pamrih,” harapnya menutup sambutan hangat tersebut. Di akhir sesi, Bupati Herdiat juga menyempatkan diri berterima kasih kepada kepengurusan periode sebelumnya atas pengabdian panjang mereka.
Terkait undangan acara rencana pengukuhan pada 19 Agustus, Bupati Herdiat meresponsnya dengan penuh antusias. Beliau menjamin akan memberikan perhatian khusus terhadap transisi suksesi kepemimpinan di tubuh PD IPHI Kabupaten Ciamis.
Namun, beliau belum dapat memastikan tingkat kehadirannya secara langsung karena padatnya jadwal pemerintahan. Berbagai agenda kedinasan mendesak mungkin saja menghalangi beliau untuk hadir pada hari tersebut.
Pada akhirnya, dukungan tanpa henti dari pihak pemerintah daerah ini akan memperkuat sinergi lintas sektoral. Kolaborasi yang erat antara elemen birokrasi pemerintahan dengan PD IPHI Kabupaten Ciamis menjadi kunci sukses pembangunan mental warga.
Kebangkitan organisasi pada hari ini akan membawa angin segar bagi umat Islam setempat. Tren positif ini pasti akan meningkatkan kualitas harmoni kehidupan beragama lokal.





